Tugas kelompok penyebab & dampak perubahan sosial

Kelompok 3

Anggota Kelompok:

-Meysa Zaliha

-Anisa Rahma yanti

-Via Qonita

-Naila

 

Kelompok kami memilih kasus fast fashion 

Faktor penyebab terjadinya fast fashion:

1.  Globalisasi: 

Trend dari negara lain cepat masuk lewat media sosial dan internet.

2. Media sosial dan influencer

Gaya hidup selebgram atau idol memicu orang ikut-ikutan.

3. Harga terjangkau 

Fast fashion menawarkan produk mirip brand mahal dengan harga jauh lebih murah.


Dampak perubahan sosial (progress, regress)

Progress atau dampak positif 

1. Akses mode lebih luas 

Semua kalangan bisa mengikuti trend tanpa harus beli brand mahal.

2. Mendorong kreativitas gaya 

Orang bebas mix and match pakaian sesuai selera.

3. Membuka lapangan kerja 

Banyak orang terserap di industri tekstil,  garmen, dan retail.


Regress atau dampak negatif 

1. Limbah tekstil meningkat 

Pakaian cepat rusak atau bosan dipakai, akhirnya banyak terbuang.

2. Eksploitasi pekerja

Di beberapa negara, pekerja garmen dibayar rendah dan pekerja dalam kondisi buruk pakaian.

3. Penurunan kualitas pakaian

Produk dibuat cepat dan murah, sehingga tidak tahan lama.


Usulan solusi kreatif dampak negatifnya adalah:

Yang saya pilih dampak negatif nya adalah limbah tekstil meningkat. Solusi nya adalah:

1. Mendorong kebiasaan membeli seperlunya

2. Menggunakan kembali pakaian lama

3. Donasi atau jual kembali

4. Pilihan kualitas, bukan hanya harga


Solusi kelompok kami

Ide Solusi:

Menerapkan kebiasaan reuse dan upcycle pakaian lama agar tidak cepat dibuang.

🔹 Bagaimana Caranya:

1. Pakaian yang sudah jarang dipakai bisa diubah menjadi model baru, seperti memotong celana panjang menjadi celana pendek.

2. Menggunakan pakaian lama untuk keperluan lain, misalnya kain lap atau kerajinan tangan.

3. Mengadakan kegiatan tukar pakaian (clothes swap) dengan teman atau komunitas.

🔹 Mengapa Bisa Membantu:

Cara ini mengurangi jumlah pakaian yang berakhir di tempat pembuangan sampah, sehingga limbah tekstil berkurang. Selain itu, kebiasaan ini membantu masyarakat lebih kreatif, hemat uang, dan ramah lingkungan.


Refleksi: 

Fast fashion muncul karena perkembangan teknologi, globalisasi, dan budaya konsumtif yang membuat tren pakaian berubah sangat cepat. Dampaknya, masyarakat lebih mudah mengikuti mode dan lapangan kerja bertambah, tetapi juga memicu limbah tekstil, konsumsi berlebihan, dan eksploitasi pekerja. Dari sini, saya menyadari pentingnya bersikap bijak dalam membeli pakaian, memilih kualitas, dan memanfaatkan kembali pakaian lama agar tren tidak merusak lingkungan maupun kehidupan sosial.


Kata yang tidak dimengerti 


-globalisasi: proses mendunia yang membuat negara saling terhubung.

-influencer: orang yang berpengaruh, biasanya di media sosial.

-progress: kemajuan atau perkembangan ke arah lebih baik.

-regress: kemunduran atau kembali ke kondisi sebelumnya.

-fast fashion: pakaian murah & cepat diproduksi mengikuti tren.

-trend: sesuatu yang sedang populer.

-mix and match: memadukan pakaian agar terlihat cocok.

-brand: merek suatu produk.

-tekstil: bahan kain hasil tenunan, rajutan, atau sejenisnya.

-garmen: industri/pabrik yang memproduksi pakaian jadi.

-retail: penjualan barang langsung ke konsumen (eceran).

-eksploitasi: pemanfaatan berlebihan hingga merugikan.

-reuse: menggunakan kembali barang agar tidak terbuang.

-upcycle: mengolah barang bekas menjadi produk baru yang lebih bernilai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyebab perubahan sosial

Tugas IPS perubahan sosial